Selasa, 24 Mei 2016

Tips Menjadi Pribadi Yang Menarik

Kata kunci yang harus diperhatikan dalam berhubungan dengan orang lain adalah harga diri. Begitu pentingnya harga diri, sehingga tidak sedikit orang yang mempertaruhkan nyawanya demi mempertahankan harga dirinya. Untuk menjadi pribadi yang disukai, harus terus belajar memuaskan harga diri orang lain. Karena dengan harga diri yang terpuaskan, orang bisa menjadi lebih baik, lebih menyenangkan, dan lebih bersahabat.

1.ROYAL LAH DALAM MEMBERI PUJIAN
Pujian itu seperti air segar yang bisa menawarkan rasa haus manusia akan penghargaan. Dan kalau Anda selalu siap membagikan air segar itu kepada orang lain, Anda berada pada posisi yang strategis untuk disukai oleh orang lain. Caranya? Bukalah mata lebar-lebar untuk selalu melihat sisi baik pada sikap dan perbuatan orang lain. Lalu pujilah dengan tulus.

2.BUATLAH ORANG LAIN MERASA DIRINYA SEBAGAI ORANG PENTING
Tunjukkanlah dengan sikap dan ucapan bahwa anda menganggap orang lain itu penting. Misalnya, jangan biarkan orang lain menunggu terlalu lama, katakanlah maaf bila salah, tepatilah janji, dsb.

3.JADILAH PENDENGAR YANG BAIK
Kalau bicara itu perak dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari keduanya. Pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang. Berilah kesempatan kepada orang lain untuk bicara, ajukan pertanyaan dan buat dia bergairah untuk terus bicara. Dengarkanlah dengan antusias, dan jangan menilai atau menasehatinya bila tidak diminta.

4.USAHAKANLAH UNTUK SELALU MENYEBUTKAN NAMA ORANG DENGAN BENAR
Nama adalah milik berharga yang bersifat sangat pribadi. Umumnya orang tidak suka bila namanya disebut secara salah atau sembarangan. Kalau ragu, tanyakanlah bagaimana melafalkan dan menulis namanya dengan benar. Misalnya, orang yang dipanggil Wilyem itu ditulisnya William, atau Wilhem? Sementara bicara, sebutlah namanya sesering mungkin. Menyebut Andre lebih baik dibandingkan Anda. Pak Peter lebih enak kedengarannya daripada sekedar Bapak.

5.BERSIKAPLAH RAMAH
Semua orang senang bila diperlakukan dengan ramah. Keramahan membuat orang lain merasa diterima dan dihargai. Keramahan membuat orang merasa betah berada di dekat Anda.

6.BERMURAH HATILAH
Anda tidak akan menjadi miskin karena memberi dan tidak akan kekurangan karena berbagi. Seorang yang sangat bijak pernah menulis, Orang yang murah hati berbuat baik kepada dirinya sendiri. Dengan demikian kemurahan hati disatu sisi baik buat Anda, dan disisi lain berguna bagi orang lain.

7.HINDARI KEBIASAAN MENGKRITIK, MENCELA ATAU MENGANGGAP REMEH
Umumnya orang tidak suka bila kelemahannya diketahui oleh orang lain, apalagi dipermalukan. Semua itu menyerang langsung ke pusat harga diri dan bisa membuat orang mempertahankan diri dengan sikap yang tidak bersahabat.

8.BERSIKAPLAH ASERTIF
Orang yang disukai bukanlah orang yang selalu berkata Ya, tetapi orang yang bisa berkata Tidak bila diperlukan. Sewaktu-waktu bisa saja prinsip atau pendapat Anda berseberangan dengan orang lain. Anda tidak harus menyesuaikan diri atau memaksakan mereka menyesuaikan diri dengan Anda. Jangan takut untuk berbeda dengan orang lain. Yang penting perbedaan itu tidak menimbulkan konflik, tapi menimbulkan sikap saling pengertian. Sikap asertif selalu lebih dihargai dibanndingkan sikap Yesman.

9.PERBUATLAH APA YANG ANDA INGIN ORANG LAIN PERBUAT KEPADA ANDA
Perlakuan apapun yang anda inginkan dari orang lain yang dapat menyukakan hati, itulah yang harus anda lakukuan terlebih dahulu. Anda harus mengambil inisiatif untuk memulainya. Misalnya, bila ingin diperhatikan, mulailah memberi perhatian. Bila ingin dihargai, mulailah menghargai orang lain.

10.CINTAILAH DIRI SENDIRI
Mencintai diri sendiri berarti menerima diri apa adanya, menyukai dan melakukan apapun yang terbaik untuk diri sendiri. Ini berbeda dengan egois yang berarti mementingkan diri sendiri atau egosentris yang berarti berpusat kepada diri sendiri. Semakin Anda menyukai diri sendiri, semakin mudah Anda menyukai orang lain, maka semakin besar peluang Anda untuk disukai orang lain. Dengan menerima dan menyukai diri sendiri, Anda akan mudah menyesuaikan diri dengan orang lain, menerima mereka dengan segala kekurangan dan keterbatasannya, bekerjasama dengan mereka dan menyukai mereka. Pada saat yang sama tanpa disadari Anda memancarkan pesona pribadi yang bisa membuat orang lain menyukai Anda.

Tips Menjadi Pribadi Yang Mandiri




Menjadi sukses adalah dambaan setiap orang. Namun, tidak semua orang dapat mengetahui dan memahami jalan menuju kesana. Kadangkala ada orang yang masih menggantungkan keinginan suksesnya kepada orang lain. Atau bersandar kepada lingkungan yang menurutnya dapat membuat ia berhasil.
Ternyata hal ini adalah salah. Kita tidak bisa menggantungkan sepenuhnya kepada orang lain, kepada faktor diluar diri kita. Kesuksesan hanya bisa diraih dengan kemampuan sendiri. Bergantung kepada sikap kita, perilaku kita. Sehingga, bukanlah tindakan bijak jika kita menyalahkan lingkungan atau keadaan di luar kita ketika kesuksesan belum diraih.
Maka, mulailah berkaca pada diri sendiri. Lihat kemampuan diri, dan sedapat mungkin meminimalisir ketergantungan kepada orang lain. Sekuat tenaga kita harus menjadi pribadi mandiri yang mampu meraih sukses dengan usaha sendiri. Bukankah kita telah dibekali dengan potensi fisik, akal, dan kalbu? Jika semuanya kita sinergikan dengan baik dan berimbang, insya Alloh kita akan mampu meraih kesuksesan. Sayangnya, acapkali upaya ini belum optimal dilakukan. Tak jarang, kita hanya mengandalkan salah satu potensi saja.

Berikut tips singkat agar kita punya pribadi yang mandiri:

Selalu berupaya menambah kapasitas keilmuan, baik untuk meningkatkan kemampuan akal, maupun untuk kepentingan ruhaniyah. Setiap peluang ilmu, ambil dan jangan sia-siakan. Karena setiap tempat, keadaan, siapapun dapat menjadi ladang ilmu bagi kita.

Latih diri, riyadhah selalu. Karena ilmu tanpa amal adalah teori semata, tidak berdampak apa-apa bagi kita. Jadi, setelah mendapat pelajaran baru, tentu yang baik, segera amalkan. Latih agar terbiasa, hingga nantinya dapat manjadi sebuah kebiasaan yang baik.


Cari lingkungan yang kondusif, baik untuk berkarya, atau untuk beribadah. Jika tujuan sukses kita didukung pula oleh lingkungan yang kondusif, insya Alloh cita-cita kita akan lebih mudah diwujudkan. Suatu saat, ketika kita sudah siap, tentu lebih mulia lagi kalau kita sendiri yang menciptakan lingkungan yang kondusif itu.


Jangan cengeng, tahan air mata anda di depan orang banyak di manapun juga, apalagi di kantor misalnya bila tidak mau dianggap aneh. Anda bisa dicap terlalu sensitif dan tidak kuat dalam menghadapi masalah.


Selalu siap tempur. Dalam hal ini selalulah menyalakan semangat dalam diri Anda setiap hari. Katakan dalam hati bahwa Anda adalah pribadi yang tangguh dan siap mengadapi segala tantangan.


Taklukkan tantangan. Jadikan masalah sebagai teka-teki yang harus dipecahkan. Belajarlah untuk menghadapinya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Menjadi pribadi yang komunikatif. Tinggalkan pribadi yang pendiam dan acuh pada sekitar. Ini saatnya Anda menjalin komunikasi dengan lingkungan. Jadi kalau Anda butuh pertolongan, orang-orang jadi tidak segan untuk membantu.


Mengakui kesalahan. Percayalah meskipun mudah diucapkan tapi susah dilakukan. Perlu kebesaran hati untuk bias menerapkannya, apalagi kalau ternyata Anda adalah pribadi dengan gengsi tinggi.


Tidak gampang terpengaruh. Dalam situasi apapun, sepanjang Anda punya prinsip yang kuat dalam berusaha, jangan pedulikan apa kata orang, Anda punya hak untuk menentukan jalan hidup Anda sendiri.

Sabtu, 21 Mei 2016

Pengalaman Mengikuti Seminar yang Di adakan oleh FORSEII



Hari Sabtu ini tepatnya tanggal 21 Mei 2016, aku bersama teman-temanku menghadir seminar di CH UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA yang bertema Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebagai Strategi Indonesia menuju Pusat Keuangan Syariah di Dunia.
         Dalam seminar ini Pembicara pertama yaitu perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beliau membicarakan tentang Perkembangan Keuangan Syariah Global. Di dunia, negara Indonesia sudah menempati peringkat ke 9 walaupun hanya terdapat 5% dalam perkembangan keuangan syariah. Dan dalam perkembangan perbankan syariah masyarakat Indonesia sendiri masih memilih Bank Konvensional dari pada Bank Syariah.
         Selanjutnya pembicara kedua yaitu perwakilan dari Bank Indonesia (BI). Beliau membahas tentang Krisis Keuangan Global pada tahun 2008-2015 yang berawal dari krisis keuangan di Amerika. Di tahun 2016 ini sebenarnya negara Indonesia masih mengalami Krisis Keuangan tersebut. Yang dikarenakan masih banyaknya pengangguran yang terdapat di Indonesia. Maka jika ingin Indonesia menjadi Pusat Keuangan Syariah di Dunia seharusnya Krisis tersebut dapat diatasi terlebih dahulu.
         Seminar ini membuat aku terkesan dengan pembahasan-pembahasan yang sangat menarik. Semoga seminar ini selalu diadakan sesering mungkin.